Belajar Bersama

Sabtu, 29 Oktober 2011

Materi Bangunan Kapal

·    Ditinjau dari bahan materialnya kapal dibagi atas :
1.  Kapal kayu
2.  Kapal baja
3.  Kapal yg dibangun dengan menggunakan bahan khusus/ logam ringan
4.  Kapal berkulit kayu dengan kerangka dari baja ringan (Composite construction)
5.  Kapal ferro cement
·    Yg dimaksud dengan kapal niaga : Kapal yg dibangun dengan tujuan untuk mengangkut barang dagangan dan berfungsi sebagai alat transportasi komersial dilaut, contohnya : kapal barang , kapal curah, kapal kontainer, kapal
·    Yg dimaksud dengan kapal khusus yaitu : Kapal kapal yg karena sifat pekerjaanya dibangun dan dilengkapi sesuai dengan kebutuhan operasionalnya, contohnya : kapal keruk

·    Guna Dasar Berganda (Double Bottom) yaitu  :
-    Bila kapal kandas dan mengalami kebocoran, masih ada yg kedap air
-    Dapat dimuati muatan cair ,ballast dll.
-    Membantu stabilitas kapal
-    Menamabah kekuatan melintang kapal
·    Dasar berganda yaitu bagian dari konstruksi kapal yang dibatasi, Bagian bagian yang membatasinya yaitu  :
-    Bagian bawah : Oleh kulit kapal bagian bawah (bottom shell plating)
-    Bagian atas     : Oleh tank top plating atau plat dasar dalam (inner bottom plating)
-    Bagian samping : Oleh lempeng samping (margin plate)
-    Bagian depan  : Oleh sekat kedap air terdepan/sekat pelanggaran
-    Bagian belakang : Oleh sekat kedap air paling belakang / ceruk belakang

·    Yang dimaksud dengan Wrang yaitu  : Suatu kerangka yang dipasang secara melintang dan membujur yang berguna untuk memberikan kekuatan konstruksi kapal dan juga sebagai penopang terhadap beban beban yang ada diatasnya
·    Jenis jenis wrang yaitu  :
-    Wrang penuh (Solid floor)
-    Wrang terbuka (Open floor-bracket floor)
-    Wrang tertutup (Watertight floor)
·    Guna Wrang di dasar berganda yaitu  : Selain memberikan kekuatan pad bagian konstruksi kapal juga sebagai penopang beban beban diatasnya dan membentuk tangki tangki di dasar bergangda
·    Wrang penuh dipasang ditempat tempat yang membutuhkan perkuatan seperti  :
-    Dibawah tiap gading kamar mesin
-    Dibawah kursi ketel
-    Dibawah setiap sekat kedap air
-    Pada setiap gading ¼ panjang kapal

·    Sekat kedap Air yaitu bagian dari konstruksi kapal dan Gunanya Sekat Kedap Air (SKA) yaitu  :
-    Membagi kapal atas kompartement kompartement
-    Mempertinggi keselamatan kapal dalam hal kebocoran dari bagian dasar kapal
-    Mempertinggi kekuatan melintang kapal
-    Melokalisir bahaya bahaya kebakaaran di salah satu kompartement dan membatasi penggenangan jika salah satu kompartement mengalami kebocoran
·    Jumlah sekat kedap air / Pertimbangan untuk menentukan sekat kedap air yaitu :
1.  Letak kamar mesin  ,Pada kapal dengan kamar mesin ditengah jumlah sekat kedap air minimal 4 buah, untuk kapal dengan kamar mesin dibelakang jumlah sekat kedap air minimal 3 buah
2.  Panjang kapal ,Pada kapal  dengan panjang 220-285 kaki SKA = 4 buah, 285-335 SKA = 5 buah, 335-405 kaki SKA =6 buah, 405-470 kaki SKA = 7 buah, 470-540 kaki SKA =8 buah, 540-610 SKA =9 buah.
·    Peraturan mengenai sekat kedap air terdapat pada peraturan kapal kapal 1935 Bab II pasal 7 yg membahas tentang sekat sekat


·    Fungsi dari sekat pelaggaran / sekat kedap air terdepan yaitu  : sebagai penahn air masuk kedalam kompartement kompartement di belakangnya dalam hal kapal mengalami pelanggaran atau kandas juga pelindung dari ombak dan gelombang
·    Syarat syarat sekat pelanggaran yaitu  :
-    Letaknya tertentu
-    Menggunakan plat yg 25% lebih tebal dari plat sekat kedap air biasa
-    Plat bagin bawahnya dipertebal 2,5mm
-    Potongan baja dipasang dimuka sekat dan siku pinggiran di belakang sekat
-    Potongan baja siku penguat dipasang vertikal
-    Jarak antara baja siku penguat lebih kecil, yaitu 610mm

·    Guna Strike Plate (kulit kapal yg dipasang secara membujur dari muka ke belakang dan mengelilingi lambung) yaitu  : untuk membuat kapal kedap air di daerah lambung kapal dan juga memperkuat konstruksi kapal
·    Bagian bagian kulit kapal yg dipertebal yaitu :
-Lajiur bingkai (sheer strakes) dan lajur samping (bilge strakes)
-tempat tempat yg memerlukan daya tahan yg besar terhadap tekanan yg bessr seperti disekitar lubang lubang pembuangan
-Di bagian tengah panjang kapal dikedua lambung
-Disekitar lubang lubang jendela, pintu pintu, atau bukaan bukaan dilambung, ulup jangkar dll..

·    Yang dimaksud dengan
-    Ukuran pokok kapal : Yaitu ukuran ukuran kapal yang terdiri dari ukuran membujur /memanjang (longitudinal), dan ukuran melintang/ melebar (transverzal)
-    Net Tonnage /NRT (isi bersih kapal)  : Yaitu isi bersih kapal yg diperoleh dari isi kotor kapal dikurangi dengan isi sejumlah ruangan yg berfungsi tidak dapt dipakai untuk mengangkut barang dagangan, seperti wc-wc,ruangan akomodasi, ruangan jangkar, dll..
-    Gross Tonnage /BRT (isi kotor kapal) : Yaitu isi dari sebuah kapal dikurangi dengan sejumlah ruangan tertentu yg berfungsi sebagai ruangan untuk keamanan kapal, seperti dasar berganda, tangki ceruk depan, tangki ceruk belakang, dapur, dll..
-    Dead Weight Ton ( bobot mati kapal)  : Yaitu isi tolak kapal (dispalcement) dikurangi dengan berat kapal kosong dan inventaris tetap, dapat juga diartikan dengan jumlah dari berat muatan , bahan bakar, air tawar, ballas, gudang, dan inventaris tidak tetap
-    Displacement (isi tolak/ berat benaman)  : Yaitu berat air yg dipindahkan oleh kapal itu.Cara mengetahui Displacement kapal yaitu dengan menjumlah berat dari berat kapal kosong hanya dg inventaris tetap saja, berat muatan, berat bahan bakar, air tawar, ballst, gudang,dan berat perlengkapan dan inventaris tak tetep
-    Cargo DWT : Yaitu berat muatan yg dapat diangkut oleh sebuah kapal
-    Berat kapal kosong (Light Ship) : Yaitu berat kapal hanya dengan inventaris tetapnya saja, tanpa muatan, bahan bakar, air tawar, ballas, dll..
-    Garis tegak depan (Forward Perpendicular) : Yaitu sebuah garis khayalan yang memotong tegak lurus garis muat perancang kapal dengan linggi haluan kapal
-    Garis tegak belakang (After perpendicular) : Yaitu sebuah garis khayalan yang biasanya terletak di tengah tengah cagak kemudi atau bagian belakang dari poros kemudi
-    Length Over All (LOA) : Yaitu jarak membujur sebuah kapal dari titik terdepan linggi haluan kapal sampai ketitik terbelakang dari buritan kapal, diukur sejajar lunas.
-    Length On The Load Water Line (LOWL) : Yaitu panjang sebuah kapal diukur dari potongan garis air dengan linggi haluan sampai ke titik potong garis air dengan linggi belakang, diukur sejajar lunas
-    Lebar Dalam (Moulded Breadth) : Yaitu lebar kapal dihitung dari sebelah dalam kulit kapal lambung kiri sampai kesebelah dalam lambung kanan, diukur pada lebar kapal terbesar dan sejajar lunas
-    Lebar ekstrim/ Lebar terbesar ( Ekstrim Bredth) : Yaitu Jarak melintang dari suatu titik terjauh disebelah kiri sampai ke titik terjauh di sebelah kanan badan kapal, diukur pada leber terbesar dan sejajar lunas
-    Registered Bredth : Yaitu Lebar ekstrim ditambah lebar kulit kapal pada lambug kiri dan kanan kapal
-    Markah Kembangan : Yaitu sebuah tanda pada kedua lambung kapal untuk membatasi sarat maximum sebuah kapal demi keselamatan kapal tersebut

·    Yang dimaksud dengan Biro Klasifikasi yaitu : Sebuah badan hukum dalm bidang jasa yang berusaha dalam penkelasan kapal yang sedang dibangun, sudah dibangun atau yg sedang beroperasi dalam hal hal yg berkaitan dengan konstruksi kapal, mesin kapal termasuk pesawat bantunya
·    Biro klasifikasi yang terkenal di dunia :
-    Lloyd’s Register of Shipping (LR) ,London Inggris
-    Bureau Veritas (BV) ,Paris Perancis
-    Germanisher Lloyd (GL) ,Berlin Jerman
-    Registro Italiano Navale (RI) ,Genoa Italia
-    Nippon Taikako Kaiji Kyokai (NK) ,Tokyo Jepang
-    Register of Shipping of USSR (PC) ,Moskwa Rusia
-    American Bureau of Shipping (ABS) , Newyork Amerika
·    Tugas dari Biro Klasifikasi yaitu :
-    Mengkelaskan kapal kapal yang dibangun dibawah pengawasannya,baik selama pembuatannya maupun setelah beropeasi
-    Berwenang untuk menetapkan dan memberikan tanda tanda lambung timbul
-    Mengeluarkan sertifikat garis muat kapal
·    Manfaat suatu kapal diklaskan pada biro klasifikasi yg terkenal yaitu  : Menambah kepercayaan dari pihak pihak yg berkepentingan seperti asuransi, pihak pencharter kepada kapal tersebut bertambah
·    Jenis jenis survey antara lain :
-    Survey Tahunan
-    Survey antara
-    Survey Ketel UAp
-    Survey perpanjangan kelas
-    Survey bersambung

·    Perbedaan antara Penataan Ballast dengan Penataan Lensa yaitu :
-Ujung pipa hisap dari penataan lensa terdapat saringan dan berbentukbulat, sedang pada penataan ballast tidak ada saringan dan bentuknya terompet (kaki gajah)
-Pada penataan ballast dapat dipompa masuk dan keluar dari tangki ballast, sedang pada penataan lensa hanya dapat untuk memompa keluar cairan dari got got kapal
-Pada penataan lensa katupnya searah, sedang pada penataan ballast katupnya bolak balik
·    Guna dari penataan lensa yaitu dipergunakan untuk memompa air got keluar kapal
·    Bagian bagian dari penataan ballast dan penataan lensa, yaitu :
1.  Penataan lensa terdiri dari : Pompa kemarau (bilge pump), Kotak pembagi (distribution box), pipa pipa kemarau
2.  Penataan ballast terdiri dari : Pompa ballast (ballast pump), pipa pipa ballast

·    Guna dari kulit kapal (Sheel Plating) Yaitu :
-Membuat kapal kedap air
-Menambah kekuatan dari konstruksi kapal
·    Cara memberi tanda dan nomor pada kulit kapal yaitu dimulai dari plat penggapit lunas (Garboard Strake) sebagai lajur A, lajur lajur lainnya ditandai dari bawah keatas pada tiap tiap sisi secara alphabet (A,B,C-Z) kecuali huruf (i), pemberian nomor diberikan secara berurutan dari belakang kedepan/dari belakang kedepan
·    Tujuan dari pemberian nomor pada kulit kapal yaitu : agar kita dapat mengetahui lokasi dari plat dalam kaitannya dengan pemeriksaan atau perbaikan karena kerusakan maupun untuk survey
·    Nama nama lajur kulit kapal,yaitu :
1.  Lunas datar (Horizontal keel)
2.  Lajur pengapit lunas (garboard strake)
3.  Lajur alas (bottom sheel plating)
4.  Lajur samping (bilge strake)
5.  Lajur buotopping
6.  Lajur bingkai (sheer strage)
7.  Pagar (bulkwark)
·   Plat plat khusus (Special plate) pada kulit kapal dikarenakan sifat pemasangan dan letak dari plat itu sendiri , antara lain :
1.  Plat buntu (stealer plate)
2.  Shoe plate
3.  Coffin plate
4.  Boss plate
5.  Oxter plate
·    Peraturan mengenai kulit kapal, terdapat pada peraturan kapal kapal 1935 Bab II, pasal 6,9, dan 10,yg mengenai kulit kapal ( dok kering, pintu pintu dermaga, pintu pintu muat dan pintu pntu batubara, lubang lubang masuk dan lubang lubang buang dikulit kapal )

·    Guna dari Gading gading yaitu :
-Untuk memperkuat konstruksi kapal
-Menjaga tidak terjadinya perubahan bentuk pada kulit kapal
-Tempat menempelnya kulit kapal
-Memberikan bentuk pada badan kapal
·    Ditinjau dari letaknya gading gading terbagi atas :
-    Gading Nol : Gading yg sebidang dengan cagak kemudi
-    Gading gading cermin : semua gading gading dibelakang gading nol
-    Gading gading simpul : Gading gading sepanjang tabung poros baling baling
-    Gading gading besar : Gading yg ukurannya lebih besar bila dibandingkan dengan gading gading lainnya
-    Gading gading haluan : Gading gading yg letaknya di depan sekat pelanggaran
·    Yg dimaksud dengan Gading gading besar / sarang (webframes) Yaitu : gading gading yg baik ukurannya maupun kekuatannya jauh lebih besar dibandingkan dengan gading gading biasa, dipasang pada daerah yg balok geladaknya putus, dan di daerah yg membutuhkan perkuatan lainnya

·    Keuntungan kapal yang dilas yaitu :
-    Terjadinya pengurangan bobot sebesar 15- 20 %
-    Sambungannya lebih kuat
-    Sambungannya kedap air
-    Hambatan air kecil, sehingga kapal lebih cepat
-    Bebas dari pengaruh getaran
-    Konstruksi lebih sederhana dan sesuai
-    Biaya reparasi lebih murah dibanding dengan kapal yg dikeling
·    Kerugian dari kapal yg dilas yaitu :
-    Terjadinya perubahan bentuk karena terjadinya tegangan kerut didalam bahan
-    Sambungan las sulit dinilai secara sederhana, dengan menggunakan alat modern
·    Metode dasar dari mengelas ada 2 macam yaitu :
1.  Las  dengan memanaskan (meleburkan) logam logam yg akan dilas sampai di atas titik carinya, kemudian tepi tepinya dihubungkan satu sama lain(fusion welding)
2.  Las dengan tekanan, ialah dengan cara memanaskan bahan yg akan disambung sampai beberapa derajat dibawah titik cairnya, kemudian dengan tekanan pula kedua logam tersebut disambungkan (pressure welding)

·    Pintu Kedap Air / PKA dibagi 2 jenis yaitu :
1.  Pintu Kedap Air yg berengsel (Hinged Watertight Door)
2.  Pintu Kedap Air yg di dorong (Slidding Watertight Door)
·    Posisi PKA dengan kelasnya dan syarat syaratnya yaitu :
1.  PKA yg berengsel termasuk PKA kelas I ,yg dipasang di geladak dengan titik terendah, terletak paling sedikit 7 buah diatas sub division load line (garis muat bagasi),seperti di ruang ruang abk,kamar penumpang,ruang kerja ,dll.PKA ini harus dibuka /ditutup pada kemiringan 15o kekiri/ kekanan, buka/ ditutup memakai pasak (toggle) dari kedua sisi sekat
2.  PKA yg didorong termasuk PKA kelas II , yg dipasang diantara sub division load line, sampai minimal 7 diatas sub division load line, PKA ini harus dapat dibuka / ditutup pada kemiringan 15o kekiri /kekanan dari sebelah menyebelahPKA atau dari atas geladak sekat dengan memakai engkol

·    Stabilitas kapal terbagi 2 ,yaitu :
1.Stabilitas melintang (List )
2.Stabilitas Membujur (Trim )
·    Stabilitas kapal ditentukan oleh 3 buah titik utama yaitu :
1.  Titik M  (Metacenter)
2.  Titik B / titik apung (Center of buoyancy)
3.  Titik G / titik berat (Center of gravity)

·    Macam macam haluan yaitu :
1.  Haluan lurus (Plumb bow/ Straight bow)
2.  Haluan miring (Raked bow)
3.  Haluan miring (Raked bow II)
4.  Haluan gunting (Clipper bow)
5.  Haluan sendok (Spoon bow)
6.  Haluan meir (Meier form)
7.  Haluan pemecah es (Ice breaker bow)
8.  Haluan berumbi (Bulbous bow)
·    Macam macam buritan yaitu :
1.  Buritan counter (Counter stern)
2.  Buritan cruiser spoon (Cruiser spoon stern)
3.  Buritan cruiser spoon II (Cruiser spoon stern II)
4.  Buritan full cruiser ( Full cruiser stern)
5.  Buritan elliptic (Elliptical stern)
6.  Buritan rata (Flat stern)

·    Jenis jenis kemudi yaitu :
1.  Kemudi berimbang penuh (Full balance rudder)
Ialah kemudi yg 25 %- 36 % daun kemudinya berada didepan poros putar, dengan demikian 70-75 % daun kemudinya dibelakang poros putar
2   Kemudi semi berimbang penuh (Semi ballance rudder)
Ialah kemudi yg lebih kecil dari 20 % daun kemudinya berada didepan poros putar, dengan demikian > 80 % daun kemudinya berada di belakang poros putar
·    Syarat kemudi menurut Solas 74 yaitu :
1.  Kemudi utama harus mempunyai kekuatan yg cukup
2.  Pada kecepatan maksimum, kapal masih dapat dikemudikan dengan layak
3.  Baik kapal penumpang maupun kapal barang harus dilengkapi dengan sebuah perangkat kemudi utama dan sebuah perangkat kwemudi bantu yg disetujui oleh instansi pemerintah yg berwenang
4.  Pada kapal penumpang, perangkat kemudi utamanya pada waktu maju dengan kecepatan maximum, kemudi harus dapta disimpangkan sebesar 34o kekiri/ kekanan dalam waktu 28 detik

·    Sebuah kapal dipelabuhan dengan displacement= 7000 ton dan KG= 6,7 m, memuat 600 ton ditempat 2,7 mdiatas lunas, 800 ton ditempat 4,5 m diatas lunas,200 tonditempat7,8 m diatas lunas,membongkar 500 ton ditempat 5,2 diatas lunas,400 ton ditempat 3,0 m diatas lunas. Hitunglah KG baru kapal ?
-Jawab :
Diketahui : Displacement = 7000 ton
Memuat : 600 ton ditempat 2,7 m
                200 ton ditempat 7,8 m
                800 ton ditempat 4,5 m
Bongkar : 500 ton ditempat 5,2 m
                 400 ton ditempat 3,0 m
Ditanya : KG Baru  ?
JWB
W
VCG
M
700
6,7
46900
-500
5,2
-2600
-400
3,0
-1200
+600
2,7
+1620
+800
4,5
+3600
+200
7,8
+1560
∑W 7700
KG
∑M 49880
KG lama  = 6,70 m
KG’         = 6,48 m
KG”         = 0,22 m

GM lama  = 0,20 m
GG’           = 0,22 m
GM”          = 0,42 m

KG baru    = ∑M 49880   = 6,48 m
                      ∑W 7700





2 komentar:

Zulkarnain Syarif mengatakan...

Terima Kasih bermanfaat banget.. (^_^)

Anonim mengatakan...

Pusing om :(